Gubug Bili

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter
  • Pariwara Keadilan

    Terdengar celoteh ilalang berdebat hebat.. Di saat mentari menerkam angkasa.. Di saat insan terlelap dalam euforia individualisme, merayap memenuhi tiap lenggok sempit, Dan membuyarkan gelap di pelupuk mata yang sayu menatap langit...

  • Pesan Untuk Istriku

    Suatu hari di kala dingin mengenyam selaput kulitku yang tipis, aku ingin kau hadir menyelimuti peraduan malamku.. Agar kau tau, betapa lemahnya diriku tanpa hadirmu.. Hari dimana aku harus tergopoh menuju beranda rumah kita, aku ingin jemarimu menggenggam tanganku seraya menuntunku mengantar senja ke peraduan, agar kau tau, kita selalu terjaga bila bersama..

  • Aku Tak Layak Untukmu

    Cinta, ufukku menangis memahat wajahmu di tepian pantai, Pantai kegersangan jiwa, menghadirkan kerinduan yang tak pantas mendera, haluanku tak seindah gradasi Cintamu, kilauku tak seterang Marjan, kertasku hitam memburam, kecambah yang memblukar pinang, penuh lilitan darah kawat-kawat berduri..

  • Berdagang Agama Sampai Usang

    Duhai jundi berkulit musang pengumbar wibawa, sungguh topengmu dusta berhiaskan noda, kau toreh kalamNya demi permata, Kau nikmati madunya dalam kepalsuan akhlak, Alam ruhmu berontak namun pesonamu menggila, Celakalah lisan yang merampas keluguan hambaNya, dari abu kersang pelayat Nar..

.:Teriring doa bagi Teman Seperjalanan sekalian::.

Twitter

"Sehebat apapun dirimu, semahir apapun skill yang kau punya, seaman apapun system yang kau bangun, jika Tuhan menghendaki, semuanya crash dalam seketika.."


4 November 2013 @ my Office Room

Dear Siang, hari ini gue dapet kerjaan yang bikin perut pusing dan kepala masuk angin, *lhoh

Hari jum'at kemarin, kantor gue dapet musibah, doi kesamber petir di kala hujan lebat disertai angin kencang yang menumbangkan beberapa tiang dan pohon di pinggir jalan terjadi. Petirnya pinter banget, bisa banget dia milih tempat yang cocok untuk bikin penanggung jawab bidang IT di tempat tersebut jadi kalang kabut dan kelimpahan PR yang bejibun.

Ohh Dear, korban dari keganasan si Petir adalah satu Server, 1 printer, 1 laptop, 1 switch, 1 modem adsl, 2 mesin jaminan, alat2 lab, dan lampu-lampu kantor. Pusing gue
-_-"

Mulai tadi pagi, gue coba untuk cicil satu persatu pembenahan alat2 yang rusak barusan. Alhamdulillah, server dah bener lagi, switch dah diganti, modem dah diganti and di setting, printer lagi di service, nah sekarang tingga benerin laptop dan mesin gesek jaminan.

Fyuuuuh, capek sih. Tapi nevermind, karena, lewat kejadian ini, gue bisa membuktikan sekali lagi kepada orang-orang di kantor, credibilitas dan level gue dihadapan mereka. Harapannya sih, kali2 aja gaji naik lagih dari si bos. hahahaha
*ngarep.com

Oke Dear, gue harap, lo jangan panas-panas banget ya hari ini. aamiin

"Ini bukan tentang tracing penyusup dalam Server-ku, juga bukan penuhnya /var/log/message-ku, tapi ini adalah sesuatu yang tidak tersimpan disana,,,, missed linous"

3 November 2013 @ my another Office

Memang sulit membuat oranglain faham tentang jalan hidup kita. Seperti halnya bila kita mencoba melihat dunia berwarna Merah dari kaca mata penglihatan kita. Antara memaksa orang untuk berpakaian serba merah2 dan mengecat setiap dinding dengan warna merah, atau justru cukup warnai kaca mata kita dengan warna merah, dan semua terlihat merah, selesai.

Hidup memang penuh pilihan, dan dalam setiap pilihan pasti ada resiko yang tersimpan. Dan apa yang gue alami semalam, adalah percabangan pilihan yang gue sendiri gak ngerti.
-_-"

Dear Pagi, gue tau, jalan pemikiran tiap insan itu pasti gak semuanya sama, bakalan ada titik buntu yang memisahkannya, terkadang hal itu bikin bete hubungan, tapi seringkali hal tersebut membuat hubungan jadi berkesan. Nah masalahnya, yang gue rasain semalam adalah rasa yang ngebetein.

Gue pengen, adik gue itu belajar tentang kerja keras dan usaha, meskipun itu harus membuatnya frustasi, cemas, dan was2. Kenapa? Singa yang terlahir di alam liar, jauh beda ganas-nya dengan singa yang hidup di penangkaran. Artinya, manusia yang terbiasa menghadapi ujian, jauh berbeda dengan manusia yang selalu nyaman dengan dunianya. Sejarah mencatat mereka sebagai aktor2 sejarah yang memukau, dan gue pengen adik gue merasakan hal yang sama.

Tapi, entah mengapa gue liat, gak ada keinginan dari adik gue untuk bertanya dan meminta bantuan ke gue, maka gue biarin dia dengan kecuekannya itu, mungkin dia ingin berusaha sendiri. Tapi, malah nyokap yang marah2 ke gue lantaran gue gak ngajarin adik gue itu. Padahal nyokap itu S2, pendidikan pula fokusnya, harusnya beliau lebih arif melihat, bukan asyik menjudge. Tadinya hari ini gue pengen ngajarin adik gue itu, meskipun dia gak minta, tapi karena mood gue keburu bete, maka lebih baik gue lanjutkan ngebuilt Software untuk kantor gue, dan biarkan koding menjadi pelampiasan pesan2 error di otak dan batin gue.

shutdown your mind...

"Mungkin kau sanggup mematikan satu per satu service-ku, hingga seluruh daemonku stag dan error, tapi selama dayaku menyala, serta processorku bekerja, metasploitmu takkan ada artinya.."

1 November 2013 @ my Lovely chamber

Dear Hujan, seminggu ini semua tema kehidpan gue terfokus pada satu hal, "LKS", sebuah Lomba Kompetensi Siswa tingkat Kabupaten. Info lomba-nya dadakan banget, alhasil gue cuma punya waktu 6 hari untuk mempersiapkan anak-anak murid gue bakal nyemarakin lomba tersebut.

Gak tanggung-tanggung, 4 mata lomba bidang IT dicobain sama mereka, dan g tanggung-tanggung juga sekolahan tempat gue ngajar jadi tuan rumah untuk 2 mata lomba, Desain Grafis dan Web Desain.

Murid-murid gue ini baru kelas 2 SMK, dan baru kenal pelajaran-pelajaran IT yang agak beneran dikit, yaaa kira-kira baru sebulan lah. Tapi langsung dijedotin pada satu lomba yg chalenger-nya kebanyakan anak-anak kelas 3 yang pastinya lebih matang dan terampil dari mereka. Ahh, emang gue pikirin, everything is possible as long as we try till the end, never give up, itu kuncinya.

Tiap hari selama seminggu, mereka gue kasih makan syntax-syntax yang mejelimet bin ngebetein, ngoprek dari pagi dan pulang larut malam. Sampai-sampai sebagian mereka memberikan reaksi,

"Anjrot, baskom mana baskom, 'Huueeekkzzz' mabok dah gue"

"Selesai LKS, bisa-bisa gue amnesia nih"

"Gila, daritadi error terus, ahh, pasrah dah gue sih"

Tegang, pusing, takut, was-was, bahkan tangisan, mewarnai perjalan mereka menuju gebrakan pencapaian sebuah harapan. Gak apa-apa dear, gue pengen mereka ngerasain apa yang perlu dirasain oleh seorang Pemenang. Mereka memang harus ngerasain hal itu, karena g ada kesuksesan tanpa sebuah pengorbanan, "No pain No gain"!!

And, man jadda wa jadda, siapa yang berusaha dengan gigih, dia akan mendapat apa yg diusahakannya. Meski hanya 6 hari penggemblengan, mereka persembahkan hadiah untuk institusi tercinta,

1. Juara 3 Lomba Desain Grafis
2. Juara 4 Lomba Animasi
3. 10 Besar Lomba Web Desain
4. 12 Besar Lomba Jaringan

Kalau mereka yang masih kelas 2 Semester 1 itu, yang baru kenal materi produktif selama sebulan, yang cuma di gembleng dalam waktu 6 hari, bisa mempersembahkan prestasi seperti di atas, mengalahkan rival-rivalnya yg kebanyakan dari tingkat 3, maka tunggu sampai tahun selanjutnya, akan mereka beredel Tropi Juara 1 untuk setiap mata lomba. Bisakahh?? BISA!! Karena gue pun gak akan pernah menyerah untuk membawa mereka menjadi Pemenang, karena orang yang menyerah tidak akan pernah menang.

So Dear, biarkan ikhtiar itu menembus dinding pembatas harapan mereka. 

"Kau berada di belahan bagian sana, dengan Net ID yang berbeda, namun aku tau ada sebuah Port yang terbuka. Memang sengaja kau buka, agar translasi dataku dapat masuk kesana... Cinta..."

26 September @ my Lovely room

Dear Pagi,
Semalam, adalah malam yang paaaaling indah, lo tau kenapa? Begini, gue ceritain nih ya, jadi, gue udah lama jatuh hati sama seorang wanita, dia ini adik kelas gue jaman masih SMK, tapi, udah beberapa bulan ini gue gak pernah ngsms dia or dia ngsms gue. Alesannya, karena gue gak mau sms-an sama cewek, gue mau fokus dengan mimpi-mimpi yang gue pancang setinggi bintang, sekalipun doi adalah wanita yang gue suka.

Nah, pas tadi malam, dikala bengek kian merengek, kepala pusing tujuh keliling, perut sakit berasa melilit, kantong kosong belang bentong, eeebuseeeng mate ajah looooe :D

G ada angin g ada ujan, Doi ngsms gue meski hanya beberapa kata,

"Ka, cepet sehat yaa ^-^ "

Empat Men, meski cuma Empat kata doang dalam sms-nya, itu udah cukup bikin bengek gue gak merengek, atau pusing gue berkurang jadi cuma satu keliling, atau kantong yang gak lagi kosong. Dan setelahnya, dengan rindu yang teramat sangat, gue coba untuk mulai merekatkan bit demi bit data seputar keberadaannya.

"Ok, makasih. Btw, gimana kuliahnya? Lancar?", tanya gue basa-basi

*1 jam kemudian,
"Alhamdulillah lancar ka, tapi saya pulangnya gak ke rumah, tapi ke Apartemen Kalibata City. Sekalian ngajar TPQ disana", bales doi, setelah gue nunggu reply selama 1 jam

"Owh gitu, di Kalibata City sama siapa?", tanya gue lagi mulai penasaran

*1 setengah jam kemudian,
"Disini sama Tante, Om, sama Sepupu saya yang masih SD. Itu loh, tante yang tadinya tinggal di Rawajati, sekarang mereka punya 1 unit apartemen disini.", balasan sms selanjutnya setelah satu setengah jam berlalu

"Owh. Wedeee, enak nih tinggal di apartemen. Yaudah, ka masih belum boleh begadang, ka tidur duluan ya, may Allah always keep you in happyness"

Dan setelah itu gue shutdown alam sadar gue, menuju alam mimpi yang indah. Kemudian saat gue bangun Pagi ini, dan gue lihat handphone, ternyata g ada balasan lagi dari doi. Yaudah, gitu aja
T.T

"Apalah artinya diriku, sebuah processor berkapasitas rendah, diforce dari FSB yang hanya 200 menjadi dua kali lipatnya, aku hanya processor biasa, overclocking ini sungguh membakar daya... "

25 September 2013 @ my Office room

Dear Siang,
Tuh kan, Rabu itu memang hari paling menjenuhkan semasa hidup gue. Lo gak percaya siiiih. Hari ini, gue udah membuat master plan seputar kodingan apa yang akan gue lakukan untuk menyempurnakan Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit di kantor, biar tambah canggih dan penuh fitur.

Tapi, master plan itu dibuat semraut oleh beberapa orang yang kurang memahami mekanisme proses dalam membangun sebuah aplikasi, pengennya tuh langsung "Jebreedd" jadi. Bayangin sama lo, logis gak nyelesaiin aplikasi untuk Rumah Sakit dari mulai Rawat Jalan dan Rawat Inap dengan hanya merekrut 1 orang programmer dan deadline yang super cepet?

Oyy Siang, gue ini bukan processor yang bisa di overclock hingga dua atau tiga kali lipatnya. Gue hidup bukan hanya untuk kerja dan kerja, gue punya kehidupan di luar sana. Kalau kantor itu ibarat Goa, maka gue bukan manusia Goa yang kerjanya cuma semedi di dalam Goa.

Betapa banyak programmer yang bikin status di FB or ngetweet di Twitter tentang kejenuhan mereka,

"I'm Programmer and I have no Life"

Gue gak mau jadi seperti mereka, I am Programmer but I still have a Life kok. Sedih rasanya saat ada temen deket gue bilang begini ke gue,

"Bil, gue tadinya pengen minta tolong sama lo, tapi karena gue perhatiin lo sibuk terus, emmh, jadi gak jadi deh"

"Kenapa lo gak bilang aja ke gue?? Gue gak sesibuk yang lo fikir kok", sahut gue yang agak syok dianggap manusia super sibuk.

"Nggak ah, takutnya nanti lo kerepotan"

Padahal gue tau, saat itu dia memang lagi butuh bantuan, baik moril ataupun materiil. Tuh lihat, karena persepsi Work Addict yang menempel di diri gue, temen gue sampe ngemeng begitu coba? Itu tuh selaksa mata lo ditetesin jeruk nipis, periiiiiiiiih banget
T.T

So Dear, gue harap, suasana hati gue gak seterik hawa yang lo bawa hari ini. Semoga sembilir angin, dapat menghempas gundah menuju tepian jurang tak berdasar.

"Andaikan hatimu adalah sebuah Parameter, pastinya kan ku Inject dengan SQL Injection, atau ku trace dengan Brute Force, atau kupasang sebuah script PHP Backshell, agar aku tau username dan password hatimu..."


25 September 2013 @ my Lovely room


Dear Pagi,
Hari ini masih dengan batuk yang sama seperti kemarin, mata yang sama dengan kemarin, hati yang sama dengan kemarin, dan tingkat kegantengan yang sama dengan kemarin :D

Bengek yang belum sembuh-sembuh ini bener-bener bikin gue kelihatan gak macho, seperti ada biji kedongdong yang nyangkut di tenggorokan lo, atau sebuah rasa saat lo boker tapi cuma mules doang and si "totong" gak keluar-keluar. Nah, lo tau kan rasanya gimana?

Btw, hari ini adalah hari yang kurang gue suka. Dari struktur hari dalam satu minggu, Rabu itu masuk dalam list hari yang gak gue banget. Dari tujuh hari dalam seminggu, ada dua hari yang bikin gue illfeel. Yang pertama, Senin.

Senin itu, hari kebakaran buat gue. Karena gue harus kembali ke kantor dan bertemu dengan beberapa staff yang bikin mules perut gue. Seolah-olah, lo lagi ngedeface web, udah hampir jebol, eeeh pas tahap final koneksi internet lo malah putus dan keluarlah kalimat paling horor sejagad maya,

"Sorry, the connection was timed out, please check your connection. The page cannot be found, try this latter"

Yang kedua adalah Rabu. Karena di hari Rabu, bakalan ada seseorang yang bergaya kebos-bos-an padahal jobdesc-nya juga gak jelas, dia seperti tokoh "Chatur" dalam film "3 Idiots", kerjaannya gak penting banget. Dan karenanya, setiap dia dateng, kita-kita orang pada pasang tampang sibuk, biar dia serba salah kalau mau ngomong ini itu ke kita-kita orang nih.

Ooh Pagi, gue butuh Injeksi berlebih untuk mengawali hari ini dengan semangat ganda dan berwarna. Berharap kan ada wanita yang datang di depan gue dan berkata,

"Bil, lihat gue, gue akan selalu bersama lo, gue ada disampig lo, gue mau menemani hari-hari lo. Hanya lo dan gue, kita berdua."

Dan sayangnya, tiap gue mimpiin hal beginian, endingnya pasti gue rep-rep-an, sesak nafas gak bisa bangun. Sialan.
-_____-

Maybe, Tuhan mencukupkan gue lewat sebentuk Laptop yang keren buat gue lalui hari-hari ini. Karena, Laptop ini satu-satu-nya pacar gue, dia yang paling ngertiin gue, dia gak pernah nentang gue, nurut terus. Dia juga selalu menjadi media yang mengantar gue pada keajaiban Tuhan yang menawan. Itulah mimpi yang gue pancang setinggi bintang.


"aku hanya sebuah Port yang tak tau protokolnya, lantas,
berharap sebuah service mampu memfungsikannya,
dan aku harap, service itu adalah,... 


Kamu..."



24 September 2013 @ my Lovely room

Dear Senja,
Gue gak tau harus memulai kata seperti apa untuk menyulamnya menjadi bahasa, seperti halnya gue gak ngerti Command Line di Linux saat pertama kali gue bergelut dengan dunia IT. Juga hal-hal lainnya yang beberapa bulan ini gue anggap aneh terjadi dalam hidup gue. Dari mulai sakit yang gak sembuh-sembuh 2 bulan ini, banyaknya request projek dari beberapa orang secara dadakan, juga masalah Cinta.

Shitt, bingung juga gue, kenapa Cinta bisa ngefek dalam perhelatan hidup gue. Padahal, gue gak pernah sms-an sama cewek, gak pernah intens ngedeketin cewek (biasanya gue yg diintensin sama cewek ^-^), sehari-hari cuma Laptop dan Bahasa Pemrograman Komputer yang nemenin, tapi si Cinta, itu cukup bisa ngobrak-ngabrik mood dan hati gue seketika, ya kayak sekarang ini nih.

Duuuuh senja, gimana dooong? Tiap kali lu dateng menjelang malam, hati gue tuh dag-dig-dug duarrr gituh deh, seolah ada segamit pasir yang nyempil di hati, atau butiran debu yang nyelip di mata, bikin hati tuh serr-serr-an and mata pengen basah, lu ngerti gak?

Gue pandangin pemandangan sekitar saat lu dateng, sambil gue resapi gradasi warna yang terjadi, ahh shitt, bikin imaji gue melayang-layang menembus ruang. Bukan dipinggir ruangan kantor tempat gue bekerja, tapi terbang bebas melampaui batas. Disana ada kisah tentang Mimpi yang gue tanam, ada pahit yang pernah digamit, ada sedih berbalut kasih, tawa canda bersama sanak keluarga, juga kehangatan atas nama persahabatan. Aduuhh, gue inget, disana juga ada momen-momen indah tentang Cinta.

Dear Senja,
Gue pengen suatu hari nanti, saat lu datang sapa gue, dikala malam hendak memberi salam, ada seseorang disamping gue yang duduk merebahkan kepala, di atas pundak gue, menggenggam tangan gue, sambil bertegur sapa bersama lu dan gue. Dia yang menCintai gue dan gue menCintai dia. Lu setuju kan Senja?

So Senja, gue yakin dia akan melihat lu dimana pun dia berada, menatap senja yang sama dengan yang gue lihat, merasakan hati berbisik seperti bisikan yang gue rasakan, juga menginsafi hadirnya tunas rindu membakar suluh jiwa, membangkitkan nada-nada, dan darinya Simfoni ini kian Indah, untuk gue dan dirinya, yang gak pernah gue tau siapa dia, sebuah takdir yang masih rahasia, so senja, saat lu lihat dia melihat lu, gue mohooooon banget, titip setitik Cinta gue untuknya ya, dan sampaikan padanya, bahwa gue dengan segala yang ada pada diri gue tengah berlari sekuat tenaga tuk mencapai puncak bukit Cinta, agar gue bisa jemput dia di puncaknya kelak. Amin.

Love you Senja