"Apalah artinya diriku, sebuah processor berkapasitas rendah, diforce dari FSB yang hanya 200 menjadi dua kali lipatnya, aku hanya processor biasa, overclocking ini sungguh membakar daya... "
Dear Siang,
Tuh kan, Rabu itu memang hari paling menjenuhkan semasa hidup gue. Lo gak percaya siiiih. Hari ini, gue udah membuat master plan seputar kodingan apa yang akan gue lakukan untuk menyempurnakan Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit di kantor, biar tambah canggih dan penuh fitur.
Tapi, master plan itu dibuat semraut oleh beberapa orang yang kurang memahami mekanisme proses dalam membangun sebuah aplikasi, pengennya tuh langsung "Jebreedd" jadi. Bayangin sama lo, logis gak nyelesaiin aplikasi untuk Rumah Sakit dari mulai Rawat Jalan dan Rawat Inap dengan hanya merekrut 1 orang programmer dan deadline yang super cepet?
Oyy Siang, gue ini bukan processor yang bisa di overclock hingga dua atau tiga kali lipatnya. Gue hidup bukan hanya untuk kerja dan kerja, gue punya kehidupan di luar sana. Kalau kantor itu ibarat Goa, maka gue bukan manusia Goa yang kerjanya cuma semedi di dalam Goa.
Betapa banyak programmer yang bikin status di FB or ngetweet di Twitter tentang kejenuhan mereka,
"I'm Programmer and I have no Life"
Gue gak mau jadi seperti mereka, I am Programmer but I still have a Life kok. Sedih rasanya saat ada temen deket gue bilang begini ke gue,
"Bil, gue tadinya pengen minta tolong sama lo, tapi karena gue perhatiin lo sibuk terus, emmh, jadi gak jadi deh"
"Kenapa lo gak bilang aja ke gue?? Gue gak sesibuk yang lo fikir kok", sahut gue yang agak syok dianggap manusia super sibuk.
"Nggak ah, takutnya nanti lo kerepotan"
Padahal gue tau, saat itu dia memang lagi butuh bantuan, baik moril ataupun materiil. Tuh lihat, karena persepsi Work Addict yang menempel di diri gue, temen gue sampe ngemeng begitu coba? Itu tuh selaksa mata lo ditetesin jeruk nipis, periiiiiiiiih banget
T.T
So Dear, gue harap, suasana hati gue gak seterik hawa yang lo bawa hari ini. Semoga sembilir angin, dapat menghempas gundah menuju tepian jurang tak berdasar.






