.:Teriring doa bagi Teman Seperjalanan sekalian::.

Twitter

Mengukir Komitmen

Posted by Bani Sabili Zulkarnain - -

Kupandangi seonggok kehidupan,
berpongah menapaki selajur berliku jalan Hitam..
Lembah keterikatan yang menyimpul nafas,
menistakan diri dalam hina papa
tiada harga untuk di jual
hanya sekelebat kisah tertulis bersama asap..

Nadiku mengGubah hasrat,
kemanakah lantunanku bermuara..
Pada mereka yang sibuk bersikut di pesta "Demokrasi"?
Pada kafilah pengumbar "Hak Asasi"?
Pada penari latar di balik panggung "Strata Sosial"?
tiadakah singgasana Kisra yang lebih pantas tuk ku usap daripada mereka?
ataukah lilitan "Kepasrahan" telah membuhul erat melodiku?
Sungguh gaungku lebih menggema dari sekedar Kamuflase Dunia,
Lantaran Rabbku mengawal letih jalanku bersama janji Abadi bersamaNya,
Untuk kuterjang gerontai tajam dari paku berkarat,
di tengah arus peradaban yang bernama "Kemanusiaan",
Aku rela bila itulah harga penebus Azzam di jiwa,
karena kepadaNya-lah aku bermuara..

Lantas aku berlari mengejar bait-bait yang lepas dari senandung CintaNya,
itulah abdi hidup yang mencengang alam budayaku..
Terpaku jasadku menatap sendi hidupnya,
yang diterpa gugat dan maki,
yang menjadi Teman Perjalanan,
menghidupi desah getir cerita,
dalam tiap frase takdirnya..

Di matanya tersirat kesedihan tiada bertepi,
seolah berkata,
"Duhai Tuhan, kutukanMu-kah atas hidupku, atau sajakku memang terukir parau"..

Mungkin para pesilat lidah itu sudah membatu..
Bersama tanggapan tujuan yang memudar,
hilang ditelan kabut "Ketamakan",
hingga bulir-bulir cahaya tak mampu lagi terlihat,
Di balik janji-janji penuh dusta..

Ku genggam serumbang pasir di tanah,
lantas kutebar dihadapan jalanku,
sebagai penanda tulusnya kilat Iman di dada,
tuk membina generasi muda,
mengubah mereka menjadi selaksa Cahaya,
yang menyinari semesta,
menyibak kegelapan,
meski tak jarang air mata tumpah ruah,
membanjiri getir hari mereka,
yang bermetafor sebagai penampuh genderang Kejayaan Abad Baru..

Bergeraklah, menggeruslah..
Biarkan diri ini terbakar api Cinta Ar Rahman,
hingga para "Teknokrat" kan mengerti,
Kiblat mana mereka menghantar..

Leave a Reply